Jumat, 18 April 2008

Model-Model Pembelajaran Terpadu

Prabowo (2000:3) mengatakan bahwa pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa ciri yaitu : (1) berpusat pada siswa (student centered), (2) proses pembelajaran mengutamakan pemberian pengalaman langsung, serta (3) pemisahan antar bidang studi tidak terlihat jelas. Dari beberapa ciri pembelajaran terpadu di atas, menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu adalah sejalan dengan beberapa aliran pendidikan modern yaitu termasuk dalam aliran pendidikan progresivisme. Aliran pendidikan progresivisme memandang pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak (child-centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru dan pada bahan ajar. Tujuan utama sekolah adalah untuk meningkatkan kecerdasan praktis, serta untuk membuat anak lebih efektif dalam memecahkan berbagai problem yang disajikan dalam konteks pengalaman (experience) pada umumnya (William F. O’neill, 1981).


Tujuan pendidikan aliran progresivisme adalah melatih anak agar kelak dapat bekerja, bekerja secara sistematis, mencintai kerja, dan bekerja dengan otak dan hati. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan seharusnya dapat mengembangkan sepenuhnya bakat dan minat setiap anak. Kurikulum pendidikan progresif adalah kurikulum yang mengakomodasi pengalaman-pengalaman (atau kegiatan) belajar yang diminati oleh setiap siswa (experience curriculum). Sedangkan metode pendidikan progresif lebih berupa penyediaan lingkungan dan fasilitas yang memungkinkan berlangsungnya proses belajar secara bebas pada setiap anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya (Mudyaharjo, 2001).

Adapun model-model pembelajaran terpadu sebagaimana yang dikemukakan oleh Fogarty, R (1991 : 61– 65) yaitu sebanyak sepuluh model pembelajaran terpadu. Kesepuluh model pembelajaran terpadu tersebut adalah :
1) the fragmented model ( Model Fragmen )
2) the connected model ( Model Terhubung )
3) the nested model ( Model Tersarang )
4) the sequenced model ( Model Terurut )
5) the shared model ( Model Terbagi )
6) the webbed model ( Model Jaring Laba-Laba )
7) the threaded model ( Model Pasang Benang )
8) the integrated model ( Model Integrasi )
9) the immersed model ( Model Terbenam ), dan
10) the networked model ( Model Jaringan )

Dari kesepuluh model pembelajaran terpadu di atas dipilih tiga model pembelajaran yang dipandang layak dan sesuai untuk dapat dikembangkan dan mudah dilaksanakan di pendidikan dasar (Prabowo, 2000:7). Ketiga model pembelajaran terpadu yang dimaksud adalah model terhubung (connected), model jaring laba-laba (webbed), model keterpaduan (integrated ).

Berdasarkan karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing model pembelajaran tersebut, maka model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model terhubung (the connected model), karena model terhubung ini penekanannya terletak pada perlu adanya integrasi inter bidang studi itu sendiri. Selain itu, Model terhubung ini juga secara nyata menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya, serta ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan semester berikutnya. Pemanfaatan penerapan model terhubung (connected) ini sangat relevan dengan konsep Cahaya (dalam fisika) dan konsep Sistem Indera pada manusia (dalam biologi), agar dapat terwujud pemampatan/ pengurangan waktu dalam pembelajaran pada konsep-konsep tersebut (Reduce Instructional Time). Hal ini terkait dengan upaya menghindari terjadinya penjejalan kurikulum dalam proses pembelajaran, sebagai akibat dari mengejar target kurikulum.

Beberapa kelebihan dari model terhubung (connected) adalah sebagai berikut : (1) dampak positif dari mengaitkan ide-ide dalam satu bidang studi adalah siswa memperoleh gambaran yang luas sebagaimana suatu bidang studi yang terfokus pada suatu aspek tertentu. (2) siswa dapat mengembangkan konsep-konsep kunci secara terus menerus, sehingga terjadilah proses internalisasi. (3) menghubungkan ide-ide dalam suatu bidang studi sangat memungkinkan bagi siswa untuk mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus sehingga memudahkan untuk terjadinya proses transfer ide-ide dalam memecahkan masalah.

Di samping mempunyai kelebihan, model terhubung ini juga mempunyai kekurangan sebagai berikut : (1) masih kelihatan terpisahnya antar bidang studi, (2) tidak mendorong guru untuk bekerja secara tim, sehingga isi dari pelajaran tetap saja terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep serta ide-ide antar bidang studi, dan (3) dalam memadukan ide-ide dalam satu bidang studi, maka usaha untuk mengembangkan keterhubungan antar bidang studi menjadi terabaikan.

Sintaks (pola urutan) dari model pembelajaran terpadu tipe connected (terhubung) menurut Prabowo (2000:11 – 14) sebagai berikut :
1. Tahap Perencanaan :
1.1. menentukan tujuan pembelajaran umum
1.2. menentukan tujuan pembelajaran khusus

2. Langkah-langkah yang ditempuh oleh guru :
2.1. menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai siswa.
(materi prasyarat)
2.2. menyampaikan konsep-konsep yang hendak dikuasai oleh siswa
2.3. menyampaikan keterampilan proses yang dapat dikembangkan
2.4. menyampaikan alat dan bahan yang akan digunakan / dibutuhkan
2.5. menyampaikan pertanyaan kunci

3. Tahap Pelaksanaan, meliputi :
3.1. pengelolaan kelas; dengan membagi kelas kedalam beberapa kelompok
3.2. kegiatan proses
3.3. kegiatan pencatatan data
3.4. diskusi secara klasikal

4. Evaluasi, meliputi :
4.1. evaluasi proses , berupa :
- ketepatan hasil pengamatan
- ketepatan dalam penyusunan alat dan bahan
- ketepatan siswa saat menganalisis data
4.2. evaluasi produk :
- penguasaan siswa terhadap konsep-konsep / materi sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan.
4.3. evaluasi psikomotor :
- kemampuan penguasaan siswa terhadap penggunaan alat ukur.

14 komentar:

auzi mengatakan...

bapak saya nana mahasiswa universitas di surakarta... bapak boleh nanya?? sekarang saya baru menyusun skripsi tentang model pembelajaran kooperatif tipe SQ4R... tapi saya mengalami kesulitas untuk mencari data yang berkaitan dgn SQ4R
saya bermaksud minta bantuan bapak kira2 referensi buku yang harus saya gunakan? terima kasih sebelumnya...

Anonim mengatakan...

bapak saya mahasiswa universitas di surakarta, saya ingin tahu penjelasan secara rinci dari 10 model pembelajaran terpadu, karena saya sedang menyusun tugas mengenai hal diatas. terims kasih....

alien mengatakan...

pak, saya minta bantuan untuk memberi saran buku yang garus saya pakai untuk metode belajar PQ4R. saya sedang skripsa dengan menggunakan mewtode belajar PQ4R. terima kasih

alien mengatakan...

Pak, saya mahasiswa sedang skripsi yang menggunakan metode belajar PQ4R. saya kesulitan mencari sumber yang berkaitan dengan metode PQ4R dan selama ini saya sudah mempunyai satu sumber yaitu bukunya Muhammad Nur. saya minta bantuan bapak untuk memberikan saran buku yang harus saya gunakan sebagai referensi. terima kasih.

Fajar mengatakan...

pak tolong beri saya penjelasan tentang metode PQ4R dengan rinci karena saya sedang menyusun skripsi dengan judul "Penggunaan Metode PQ4R pada Subkonsep Protozoa kelas X SMA". sekalian klo bisa dengan RPP nya. tolong dikirim ke email saya ya pak di FajarXpand@gmail.com. makasih banyak pak ..........

NAZHIF-NAJMA-NADZIR mengatakan...

saya sangat berterima kasih.. artikel ini membantu saya dalam menyusun modul tentang model dan strategi pembelajaran...
mohon izin menyunting artikel ini untuk menambah referensi bagi modul yang saya susun..
terima kasih sebelumnya...
semoga bakap diberi kesehatan dan umur panjang agar dapat menelurkan artikel2 alinnya yang berbobot..

Anonim mengatakan...

pak, saya ingin tahu lebih bayak tentang model pembelajaran kooperatif

murty mengatakan...

bapak, saya ingin tahu penjelasan tentang model-model pembelajaran selain model pembelajaran terpadu, soalnya saya sedang menyelesaikan tugas, terimakasih.........

riky mengatakan...

saya mau mnta tolong...
apa sih langkah-langkah dalam model pembelajaran webbed?tolong jelaskan yang lengkap y?terima kasih....

Anonim mengatakan...

Aslkm.bapak saya mahasiswa biologi ingin menerapkan judul penerapan PQ4R dalam pembelajaran biologi .....tetapi kendalanya dosen pembimbing saya mengatakan model tersebut hanya cocok untuk bahasa indonesia saja......
mohon bapak berikan saya solusi nya....dusio

nelvi mengatakan...

bapak saya nelvi mahasiswi universitas di medan...
saya lagi baru mau nyusun skripsi
tentang model pembelajaran ARIAS,
yang saya mau tanyakan, bolehkah model ARIAS tersebut di gunakan untuk anak SMA/SMK?????
mohon bantuannya ya pak!
terima kasih sebelumnya...

nelvi mengatakan...

pak saya mahasiswi universitas di medan, pak bleh nanya kn?
mau mengetahui informasi tentang model pembelajaran ARIAS.
bisa tidak model tersebut di gunakan dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA???
terima kasih sebelumnya!

Anonim mengatakan...

MOHON PENJELASAN DARI KE-10 MODEL DIATAS, TERIMAKASIH

Yetti Yogya mengatakan...

Terimaksih, artikel Bapak sangat membantu kami.
Salam pembelajar !