Selasa, 13 Januari 2009

Ice Breaking dalam Pembelajaran

Menurut Dryden & Vos (2000) belajar akan efektif bila proses pembelajaran dilaksanakan dengan suasana yang menyenangkan (joyfull learning). Ada beberapa hal yang mendukung efektivitas hasil belajar siswa diantaranya siswa belajar dalam kondisi senang, guru menggunakan berbagai variasi metode dan teknik, menggunakan media belajar menarik dan menantang, penyesuaian dengan konteks, pola induktif, dan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran. Ice breaking dalam pembelajaran, perkuliahan, atau pelatihan sangat membantu dalam membuat suasana belajar yang menyenangkan. Caranya dapat secara integratif atau secara khusus diberikan dalam sela atau jeda dalam proses pembelajaran. Berikut beberapa contohnya:

Harta benda dalam dompet/tas
Minta peserta memilih dua benda yang mereka bawa di dompet atau tas mereka yang penting bagi mereka. Minta masing-masing peserta untuk menjelaskan kenapa itu penting.

Yang Menarik dari Saya…
(1) Minta peserta mengenalkan dirinya, memberikan nama mereka dan sesuatu yang menarik tentang mereka sendiri (misalnya, nama saya Agus pernah menjadi pembalap Motor Cross).
(2) Orang berikutnya mengenalkan diri dan orang sebelum dia yang telah mengenalkan diri (misalnya nama saya Urip tukang foto dan dia Agus pernah menjadi pembalap Motor Cross).
(3) Prosesnya berlanjut sampai semuanya telah dikenalkan, dengan seluruh kelompok membantu jika ada yang terlupakan.

Halo-Hai
Fasilitator mengucapkan kata HALO peserta diminta menjawab HAI atau sebaliknya. Variasikan dengan mengucapkannya menjadi 2 atau 3 kata. Hal tersebut dapat membantu mengembalikan konsentrasi peserta.

Cari saya
(1) Sebelum sesi, buat daftar sepuluh karakteristik yang mungkin bisa diterapkan ke dalam kelompok (misalnya, memiliki anak remaja; adalah ibu dari tiga anak).
(2) Perbanyak/copy daftar tersebut dan bagikan ke tiap peserta.
(3) Berikan 10 - 15 menit agar semua orang berbaur dan mencari nama sebanyak mungkin untuk mengisi tiap karateristik yang dituliskan dalam daftar.

Menuliskan Huruf
Peserta menulis huruf tetapi dengan menggunakan anggota tubuh sambil mengucapkan huruf tersebut dengan keras.

Menggambar Bangun Datar
Peserta menggambar bangun datar dengan anggota tubuh.

Mencari Teman
Mencari teman dengan cara menirukan bunyi, menirukan gerakan atau tanya jawab untuk membentuk kelompok.

Menghitung Jumlah Segi Empat pada Papan Catur
Beri peserta gambar papan catur dan minta mereka menghitung berapa jumlah segi empat yang ada dalam waktu yang sangat singkat.

Deskripsikan Hasil Pengamatan
Beri benda (pena, pensil, penghapus, atau benda apa saja yang ada di meja pelatihan) dan minta mereka menuliskan deskripsi tentang benda tersebut minimal 50 kalimat (Kemampuan mengobservasi).

Lempar Bola Tepuk Tangan
Minta peserta bertepuk tangan satu kali setiap kali fasilitator melemparkan bola/bola terlepas dari tangan fasilitator. Memberikan hukuman bagi peserta yang salah bertepuk tangan atau tidak bertepuk tangan.

Teka-Teki

Memberikan teka-teki ringan dan lucu dan memberi penghargaan bagi yang bisa menjawab.

Menggambar Sambil Menutup Mata
Peserta berpasangan, salah seorang memberi instruksi kepada pasangannya untuk menggambar sesuatu dalam keadaan mata tertutup. Dicari yang tercepat selesai gambarnya dan bagus.

Menonton Film
Memutarkan film singkat, video clip dan meminta mereka mengapresiasinya. Cari jawaban yang paling masuk akal atau sebaliknya.

Kekuatan Memori
Beri sederetan kata-kata beri waktu beberapa saat kemudian hapus tulisan dan minta mereka menyebutkan atau menuliskan lagi kata-kata tersebut. Lalu tampilkan lagi sederetan kata yang berbeda dan ajak peserta menyanyikannya dengan melodi lagu yang sangat akrab ditelinga mereka. Hapus tulisan dan minta mereka menulis/menyebutkan kata–kata yang ada dalam lagu. Minta mereka membandingkan perolehan kata pertama dan yang kedua. Minta mereka mengambil benang merah dari kegiatan tersebut.

Mencari Teman dengan Suara Hewan
Tulislah nama-nama hewan dalam sebuah kertas kecil dan berikan kepada peserta untuk mencari anggota kelompok dengan menyuarakan suara hewan. Perlu diperhatikan bahwa nama hewan harus yang tidak sensitif dengan kultur masyarakat.

Kereta Api

Peserta diminta berbaris berurutan dengan memegang pundak peserta yang ada di depannya. Ajak peserta berkeliling ruangan sambil menyanyi “naik kereta api tut..tut..tut..siapa hendak turut dan seterusnya…..”

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Pak, apakah saya boleh mengutip/mengambil materi tentang softskill dari blog bapak ? terima kasih

Nurrokhman mengatakan...

Mas, mohon maaf and izin untuk mengkopi, karena saya juga guru, mudah2an dapat saya amalkan. syukron mas ya....

dyah fitria padmasari mengatakan...

terimakasih sangat ya pak...maaf saya juga ikut-ikutan ngintip tulisan keren bapak nich..makasih...

Muslimah Ahlul Jannah mengatakan...

assalamualaikm.. pak, saya mohon izin kopas ya, alhamdulillah saya juga calon guru, smoga bermanfaat..
trimakasih

sdmuh_mcr mengatakan...

pak,perkenankan kami mengutip/mencopy materi dari blog bapak?terima kasih